Thursday, January 29, 2009

Kekasih


Masih ingatkan ketika kita mulai mengenal seseorang dan bahkan mulai sering bertemu hingga akhirnya semakin banyak yang kita tahu dari orang tersebut. Bahkan kita mulai tertarik dengan karakter yang ada dalam dirinya, sehingga kita ingin semakin sering bertemu dan berdekatan. Sebanyak mungkin kita ambil waktu untuk dapat berbincang-bincang, mencari tahu apa yang sedang dia pikirkan dan inginkan dalam hatinya. Tidak hanya disitu, kitapun ingin memberitahukannya hal-hal apa yang sedang kita lakukan. Saat itu bisa dikatakan kita mulai menyimpan kasih (baca = fall in love) dalam hati kita.

Kenapa ya kita bisa punya kasih ini? Sederhana saja. Karena Tuhan yang menyimpannya dalam hati kita. Lalu seberapa besar kasih kita pada orang yang tersebut? Kita tidak pernah dapat mengukurnya, karena kita sendiri tidak mengerti seberapa besar kasih itu dalam hati kita. Apa buktinya kita tidak tahu? Walaupun kita bilang I love her/him so much, namun terkadang
kita masih melakukan hal-hal yang mengecewakan hatinya, bahkan setelah melakukan satu kesalahan kita ngga mau pusingkan harus minta maaf atau melupakan begitu saja. Kita jadi lebih egois. Ini menunjukkan kasih manusia memang suka berubah, tidak pernah kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. (Yoh 3. 16). Kita tahu sekali ayat ini, bahkan sering diucapkan oleh pendeta kita. Namun kenapa ya seringkali kita mengabaikan seberapa besar sih kasih Allah buat kita. Alkitab katakan “Begitu Besar”. Begitu besar menandakan Dia Kekasih yang juga ingin dekat dengan orang yang dicintai. Berbincang-bincang banyak hal dengan orang yang dikasihiNya. Kalau Dia ingin menyampaikan isi hatiNya, sudah pasti banyak rahasia yang ingin disingkapkan, banyak spiritual experience yang bisa dialami. Karena itulah kesukaanNya kepada orang yang dicintainya.

Kalau Yesus punya kasih yang begitu besar, pertanyaannya, apakah Dia akan selalu menyimpan kasihnya ini setiap waktu? Apakah Dia juga pernah melakukan sesuatu yang mengecewakan kekasih hatinya. Saya pernah merasa seperti ini (..mungkin sering J ). Namun kok buntut-buntutnya Dia ngga seperti yang saya pikirkan (dia gak gitu deh, kata sebuah iklan). Atau
orang sekarang bilang ternyata saya cuma negative thinking aja. Ternyata Kekasih hati saya ini sedang mengarahkan saya pada tahap pengharapan yang berbeda dengan yang saya harapkan. Dia tidak memberi apa yang saya inginkan, karena Dia mau memberi apa yang saya butuhkan. Jadi jawabannya sudah jelas. Saya ngga pernah dikecewakan.

Kalau saja kita ingin selalu dekat dengan kekasih dunia kita, tidak tahan ingin bertemu ketika ada rasa rindu dalam hati, ingin segera menyampaikan kabar sukacita ketika kita sedang bersukacita, namun apa yang kita hadapi justru kita tidak mendapat responnya, dia mulai berubah, tidak lagi seperti dulu yang kita kenal. Lalu kita mulai kecewa, ada perasaan kacau dan tidak bisa menahan emosi hati kita. Yesus kekasih hati kita pasti begitu juga ya. Dia gundah, bersedih kalau kita mulai berubah. Dia sibuk nungguin waktu untuk berduaan dengan kita. Dia tidak tahan menunggu kita masuk hadiratnya, tidak tahan menyampaikan kabar sukacita kepada kita. Namun apa yang kita lakukan sebagai balasnya. Kita sering sibuk sama urusan kita sendiri. Mulai malas untuk berada dekat denganNya, bahkan mulai menjauh. Tidak mau tahu apa yang sedang Dia ingin katakan kepada kita.

Kalau saja kekasih dunia kita tahu seberapa besar cinta yang kita punya dihati kita, pasti dia tidak akan pernah berencana meninggalkan dan mengecewakan kita. Sudah tentu itu yang ada dalam pikiran kita. Sekarang mulai pikirkan untuk tidak mengecewakan dan meninggalkanNya, karena Dia juga mau kita tahu betapa besar dan kekal kasih yang disimpan dalam
hatiNya. Jangan lagi berlaku acuh, dan membiarkan Dia menunggu saat -saat waktu berduaan dengan kita. Karena Dia kekasih yang ngga mau jauh-jauh dengan orang yang dicintanya bahkan untuk sesaat saja.

0 komentar:

Post a Comment